Pangeran Saudi Tertipu Rp 6,5 Triliun karena Lukisan Palsu yang Diclaim Karya Da Vinci

Baru-baru ini Pangeran saudi Mohammed bin Salman tertipu setelah mengetahui bahwa lukisan yang di belinya di rumah lelang Christie’s New York seharga $450 juta atau setara dengan Rp 6,5 Triliun itu adalah lukisan palsu, dan bukan karya asli pelukis terkenal Leonardo Da Vinci.

www.mahardhika.net

Hal ini pertama kali di ketahui setelah di selidiki oleh seorang pakar seni dan sejarawan prancis yang bernama Jacques Franck, menurutnya Lukisan yang di beri nama “Salvator Mundi” tersebut bukan mahakarya Leonardo Da Vinci.

Seperti yang di kutip sebelumnya oleh Galamedianews dari Daily Mail pada 9 agustus 2020, Jacques Franck meyakini bahwa lukisan Salvator Mundi tersebut hanya merupakan hasil karya dua asisten Leonardo Da Vinci. Karena di dalam penelitiannya ia menemukan bahwa jemari kanan Salvator Mundi yang di gambarkan sebagai lukisan penampakan Yesus Kristus tersebut tidak memiliki ketepatan anatomi tubuh yang biasanya di jumpai pada karya-karya Da Vinci lainnya.

Jacques Franck memaparkan bahwa “ketika telunjuk dan jari tengah di angkat keduanya, maka seseorang tidak akan dapat mengangkat jari yang lainnya seperti pada penampakan tangan lukisan Salvator Mundi, dan ini gerakan yang tidak mungkin terjadi”

Franck juga melihat di lukisan tersebut bahwa terlalu banyak kuku yang terlihat di tangan Salvator Mundi, dan menurutnya juga sangat tidak mungkin Leonardo Da Vinci melukis anatomi seperti hidung yang panjang lagi tipis, belum lagi penampakan bentuk ikal rambut Kristus dan bayangan lehernya pada lukisan tersebut  yang tidak mengkategorikan ciri khas karya Da Vinci.

Jacques Franck meyakini bahwa lukisan Salvator Mundi tersebut adalah kemungkinan karya dari dua orang asisten Leonardo Da Vinci, di masa Da Vinci kedua asistennya tersebut merupakan seniman Salai dan Baltraffio yang memang bekerja sama dengan Da Vinci.

Lukisan Salvator Mundi juga di juluki sebagai salah satu dari lukisan Maskulin versi Monalisa, yang sebelumnya terjual di rumah lelang Cristie’s New York pada tahun 2017. Awal nya pihak lelang menyembunyikan identitas si pembeli lukisan Salvator Mundi tersebut, hingga kemudian ketahuan setelah Lukisan tersebut terpajang di salah satu kapal pesiar milik Pangeran Arab yang di ketahui bernama Mohammed bin Salman.

Hingga saat ini pihak juru lelang dan beberapa pihak lainnya masih bersikeras dan tetap meyakini bahwa lukisan Salvator Mundi itu adalah hasil karya asli Leonardo Da Vinci, dan karena lukisan Salvator Mundi ini menuai banyak kontroversi sehingga membuat Direktur ArtWatch Inggris yang bernama Michael Daley kemudian angkat bicara.

Baca juga : Pewaris Sultan HB II Minta Kembalikan 57.000 Ton Emas yang Diambil Inggris Saat Perang

Michael Daley mengatakan “Tidak ada yang secanggih Leonardo Da Vinci dalam urusan presisi, masalah penampakan tangan Salvator Mundi yang di katakan sebagai bukan karya leonardo da vinci hanya merupakan salah satu dari banyak hal yang masih belum terungkap di dalam lukisan ini, Dan kalaupun anda menemukan kecacatan dan kesalahan dalam sebuah lukisan, maka anda akan cenderung menemukan kecacatan pada lukisan nya yang lain..”

0 Response to "Pangeran Saudi Tertipu Rp 6,5 Triliun karena Lukisan Palsu yang Diclaim Karya Da Vinci"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel