- TETAPLAH TERHUBUNG DENGAN KAMI UNTUK TIPS & UPDATE ARTIKEL TERBARU facebook mahardhika.net FACEBOOK twitter mahardhika.net TWITTER update artikel mahardhika.net FEED

Membangun Kewirausahaan
Oleh : Dhika | Rabu, 25 Mei 2011 - 12:25:22 WIB | Dibaca: 1257 kali | Kategori: Sosial

membangun-kewirausahaan


Sudah diketahui bahwa banyak perubahan yang terjadi selama 15 tahun terakhir tentang kehidupan. Faktor terbesar yang mempengaruhi seluruh aspek kehidupan di Indonesia adalah guncangan ekonomi. Telah diketahui bahwa setelah terjadi penurunan paksa atas jabatan presiden Soeharto, banyak hal buruk terjadi di Indonesia. Mengusung misi reformasi sebagian oknum masyarakat menjarah, merusak bahkan kepada sesama saudara se-Indonesia. Pada akhirnya semakin bertambahnya tahun, ekonomi merosot tajam. Banyak pengangguran dan diberlakukannya sistem kontrak pada karyawan di perusahaan. Walaupun setelah bergantinya beberapa kali presiden setelah itu, sampai saat ini masih sangat terasa perbedaan yang signifikan dari berbagai aspek kehidupan dibanding "waktu itu". Masalah ekonomi menjadi perhatian khusus dalam artikel kali ini. Semakin meningkatnya persaingan mencari sebuah pekerjaan menuntut masyarakat berpikir lebih jeli dan keras dalam memanfaatkan peluang usaha

Kali ini, saya akan membahas tentang faktor-faktor penting dalam membangun sebuah peluang dan membuatnya menjadi usaha yang baik dan dapat berkembang. Kalau dipikir-pikir ada ratusan bahkan ribuan cara untuk membuat sebuah peluang dan pengembangan sebuah usaha, tetapi saya rangkum menjadi lima bagian besar yang dapat dikembangkan sesuai analisa bisnis anda pribadi.

LIMA KUNCI MEMBANGUN KEWIRAUSAHAAN

1. Informasi
Informasi merupakan awal dari berbagai hal yang dapat membuat beberapa peluang usaha. Informasi beragam sumbernya dan dari media apa saja. Melihat baliho, spanduk, atau iklan-iklan di televisi dapat memuat informasi yang dapat dijadikan inspirasi untuk membentuk ide-ide segar. Bahkan selembar sobekan kertas koran saja dapat memuat sebuah informasi penting yang banyak orang tidak menghiraukan.

Berasal dari berbagai media itulah informasi layak dijadikan sebuah tujuan untuk  mengembangkan ide atau bahkan mencari ide-ide baru yang segar. Maka seperti banyak orang-orang bilang "jangan menunggu bola, tapi jemputlah", demikian juga dengan sebuah informasi. Jika informasi anda tunggu dengan berdiam diri, maka akan dicaplok ayam (dimakan ayam..red) hehehehe.. Carilah dan jemputlah informasi dari berbagai media. Apalagi berkembangnya teknologi digital semakin memudahkan penyebaran informasi. Bisa melalui media cetak, elektronik, atau internet.

2. Intelegensi
Menurut wikipedia, intelegensi adalah keahlian memecahkan masalah dan kemampuan untuk beradaptasi pada, dan belajar dari, pengalaman hidup sehari-hari. Dalam berwirausaha ini sangatlah penting karena tidak ada jalan semulus perkiraan. Akan terjadi beberapa gangguan-gangguan kecil dan besar dalam menjalankan usaha tersebut. Maka kemampuan anda sangat dibutuhkan dalam hal ini. Bagaimana anda membaca sebuah masalah, mempelajari, memahami, dan memutuskan untuk memperbaikinya. Dan yang paling penting, bagaimana anda belajar dari masalah itu. Sehingga tidak akan terjadi lagi dikemudian hari. Minimal, jika terjadi lagi maka tidak akan susah-susah mengatasinya.

 Intelegensi dapat menurun seiring berjalannya waktu. Bisa jadi kemampuan otak berkurang karena faktor banyak masalah maupun faktor usia. Banyak masalah yang dimaksud adalah menumpuknya persoalan demi persoalan semakin banyak dan semakin banyak. Sedangkan otak sudah pada batas kemampuannya. Nah untuk membuat intelegensi tetap berada pada level baik, maka perlu selalu diasah dengan menambah wawasan dan belajar secara terus dan terus. Sedangkan jika intelegensi menurun karena faktor usia, itu hanya bisa dengan berdoa ^_^

3. Intuisi
Daya atau kemampuan mengetahui atau memahami sesuatu tanpa dipikirkan atau dipelajari disebut juga dengan intuisi. Kemampuan ini seperti bisikan dari hati. Memang tidak semua orang mempunyai intuisi. Ini adalah anugerah, tetapi tidak menutup kemungkinan untuk dipelajari dan dilatih.

4. Inisiatif
Jika sebuah persoalan yang tak kunjung selesai dengan pokok permasalahan yang selalu sama, maka ini adalah awal yang baik untuk menghancurkan usaha anda. Memang mustahil semuanya berjalan sempurna sesuai keinginan, tatapi membiarkan masalah selalu muncul dan selalu sama bukan merupakan hal baik. Jangan pernah berpikir, "Ahh, biasanya juga begini." Munculkanlah ide-ide baru untuk menyelesaikannya. Jangan menunggu semuanya terlambat hanya dengan melihat.
Ber-inisiatif sama halnya dengan mengawali. Ditambah dengan pemikiran yang baik, maka bisa membuat anda mudah belajar dan membiasakan diri untuk selalu menjadi pelopor. Ini bukan tidak baik. Berani menjadi pelopor sangat dibutuhkan untuk menjadi seorang wirausaha. Karena kendali ada pada tangan anda, jangan menunggu orang lain menyelesaikannya dengan waktu yang relatif lama.

5. Insya Allah

Apakah dengan menerapkan empat macam teknik diatas ada jaminan untuk sukses? Apakah seseorang yang pintar dan cerdas bahkan lulusan universitas luar negeri dan menjalankan empat teknik diatas ada jaminan untuk selalu berhasil dalam ber-wirausaha? Apakah seseorang lulusan SMK / SMA saja bisa langsung sukses? Dengan tidak mengurangi rasa hormat saya bilang TIDAK. Wow.. trus apa gunanya menjalankan semua  teknik diatas? Ya pasti ada-lah.. begini ceritanya.

Ada sebagian besar orang meyakini takdir, dan itu tidak salah. Sebaik apapun orang berusaha dengan ilmu pengetahuan yang baik tetapi belum ada ijin dari Sang Pencipta, maka tetap bukanlah menjadi suatu jaminan keberhasilan. Tetapi bukan berarti jika demikian, maka anda hanya duduk diam menunggu ijin-Nya saja. Ya tetaplah berusaha, karena tanpa usaha bagaimana bisa menjalankan usaha anda. Yang terpenting adalah berusaha sebaik mungkin dan berkeyakinan kuat bahwa Sang Pencipta memberikan jalan terbaik.


CONTOH KASUS

Sebagai gambaran atas petunjuk di atas, saya akan coba menjelaskan dengan sebuah contoh kasus. Saya adalah seorang pemilik pabrik obat. Pada laporan tahun 2009-2010, saya melihat grafik penjualan yang datar bahkan jika di rata-rata cenderung di bawah normal. Informasi ini penting karena pabrik harus menghasilkan pemasukan yang besar guna mendukung biaya operasional, maupun kenaikan tahunan gaji karyawan.

Berbekal informasi ini saya untuk mencari tahu sebab terjadinya grafik penjualan yang datar. Dengan menggunakan intelegensi yang saya miliki, saya melakukan survei beberapa hal dan pengumpulan data pemasaran. Pada akhirnya menemukan bahwa saat ini sudah banyak pabrik obat yang memproduksi beberapa jenis obat seperti yang saya buat.

Dalam data yang telah saya dapat dari survei, ada satu keunikan perilaku konsumen. Para konsumen suka dengan yang sederhana dan praktis dalam beberapa hal. Dari situlah tergerak oleh saya untuk membuat produk yang sederhana, tentunya tidak jauh dari obat. Intuisi ini akhirnya menghasilkan sebuah produk permen obat. Rasanya nikmat sekaligus menyembuhkan penyakit ringan.

Saya menyampaikan ide ini pada rapat. Mereka pesimis bahwa ini akan berhasil. Dengan berbagai alasan untuk meyakinkan saya bahwa ide ini yang kurang tepat. Tetapi saya berpikir nakal, " Saya kan pemilik pabrik ini, masak sih kalah sama karyawan saya". Bukan saya bertindak sok sebagai atasan, tetapi ide ini menurut saya baik dan layak untuk dicoba. Karena mereka ribut dengan ke-pesimis-an mereka, saya ber-inisiatif untuk memulai proses perencanaan dan produksi dengan langkah-langkah aplikasinya. Maka jadilah sebuah sistem produksi permen obat.

Setelah rapat, saya pulang dan masuk kamar. Saya berdoa dan "meminta" agar semua keputusan saya dapat berjalan dengan baik. Begitupun tidak lupa selalu meminta petunjuk-Nya sebelum melakukan pekerjaan, sehingga dapat melakukan yang terbaik dalam setiap langkah. Insya Allah akan terkabul.

Yang tidak kalah penting adalah tanamkan dalam cara berpikir anda bahwa keberhasilan proses produksi tidak 100% dari hasil pemikiran internal sebuah perusahaan. "Sebuah produk dikatakan berhasil jika sudah diterima dan diminati oleh masyarakat" (Terima kasih untuk pak Andrey Chuardy atas pesan berharga ini).

MEMILIKI JIWA KEWIRAUSAHAAN

Melihat peluang tidak harus menjadi seseorang yang mempunyai bisnis pribadi. Ber-wirausaha juga bisa diartikan sebagai (orang yang mempunyai) jiwa atau semangat. Jika anda seorang karyawan sebuah perusahaan, anda sebenarnya bisa ber-wirausaha. Bukan membuat sebuah perusahaan di dalam perusahaan, tetapi dengan membuat diri anda menjadi seseorang yang sadar akan 5i dan menerapkannya dalam pekerjaan anda.

Misalkan anda bekerja dibagian marketing. Informasi yang anda dapat dengan cepat merupakan awal yang baik untuk menuju proses selanjutnya. Didukung intelegensi yang sudah terasah dengan baik dan kerjasama intuisi yang anda miliki dapat membantu anda menterjemahkan informasi itu dengan baik dan menelurkan sebuah ide.  Berinisiatif-lah dengan berani untuk mengemukakan ide anda. Dan tetaplah ingat bahwa yang akan membuka pintu kelancaran usaha anda adalah Sang Pencipta. Berdoalah dan meminta petunjuk jalan yang terbaik. Jika satu kali belum berhasil, coba lagi dan coba lagi. Sampai saat ini kebanyakan suatu keberhasilan bukanlah karena kebetulan saja, tetapi karena usaha keras anda. Tetapi jika sudah berulangkali anda belum juga membuahkan hasil dalam pekerjaan anda di perusahaan itu, tetaplah sabar. Namun, "jika perusahaan anda tidak worthed sampai detik ini dengan semua jerih payah anda, maka perusahaan tempat anda bekerja tidaklah worthed untuk setahun kedepan bahkan sepuluh tahun lagi" (Terima kasih untuk sahabatku Fifin Maidarina atas munculnya ide kalimat itu). Carilah tempat kerja baru yang bisa menghargai ide-ide cemerlang anda. Atau mulailah berpikir untuk menjadi seorang wiraswasta. Semangat !

 


Silahkan berbagi Bagikan

Artikel dalam kategori Sosial lainnya

Komentar Anda

"Baca Syarat Penggunaan. Komentar akan diverifikasi sebelum ditampilkan. Admin berhak menghapus komentar yang tidak sesuai aturan."


Kirim Komentar : (Yang bertanda * harus diisi)
Nama * :
Email * :   - Alamat email tidak untuk dipublikasikan
Website :   - Tanpa http:// (contoh: www.mahardhika.net)
Komentar *
 
 * (Masukkan 6 kode diatas)
 Dengan menekan tombol Kirim, Anda telah setuju Syarat Penggunaan 

BerandaProfilSyarat PenggunaanKebijakan PrivasiHubungi KamiVersi Mobile
Hak Cipta © 2010-2014 Mahardhika.net - Baik dilihat dengan Firefox min. versi 3 pada resolusi 1280x1024 pixels
Powered by ANUGERAHMAHARDHIKA.COM
30