- TETAPLAH TERHUBUNG DENGAN KAMI UNTUK TIPS & UPDATE ARTIKEL TERBARU facebook mahardhika.net FACEBOOK twitter mahardhika.net TWITTER update artikel mahardhika.net FEED

Sejarah Filsafat India
Oleh : Dhika | Senin, 28 Maret 2011 - 15:46:14 WIB | Dibaca: 9928 kali | Kategori: Filsafat

sejarah-filsafat-india


 

Sastrawan Rabindranath Tagore (1861-1941), seorang filsuf dan sastrawan menguraikan dengan baik cara berpikir India pada waktu itu. Menurutnya, filsafat India berpangkal pada keyakinan bahwa ada kesatuan fundamental antara manusia dan alam, harmoni antara individu dan kosmos . Seorang anak India harus belajar bahwa ia mengenal semua benda dan dunia di sekelilingnya. Orang India tidak belajar untuk “menguasai” dunia, melainkan untuk "berteman" dengan dunia.

 

 

 

Filsafat India dibagi atas lima periode besar. Yaitu :

1.     Zaman Weda (2000 - 600 SM)

Bangsa Aryam masuk ke India dari utara, sekitar 1500 SM. Literatur suci mereka disebut Weda, yang terdiri dari Samhita, Brahmana, Aranyaka, dan Upanisad. Samhita memuat Rigweda (kumpulan pujian-pujian), Samaweda (himne-himne liturgis), Yajurweda (rumus-rumus korban), dan Artharwaweda (rumus-rumus magis). Brahmana, Aranyaka, dan Upanisad memuat komentar-komentar pada semua literatur. Upanisad merupakan yang terpenting dari filsafat India, yang sepanjang sejarah India merupakan sumber yang sangat kaya untuk inspirasi dan pembaharuan.

Tema yang menonjol untuk Upanisad adalah ajaran tentang hubungan Atman dan Brahman. Atman adalah segi subjektif dari kenyataan, "diri" manusia. Sedangkan Brahman adalah segi objektif, makrokosmos, alam semesta. Upanisad mengajarkan bahwa Atman dan Brahman memang sama dan bahwa manusia mencapai keselamatan (moksa, mukti) kalau ia menyadari identitas Atman dan Brahman.

2.     Zaman Skeptisisme (600 SM – 300 M)

Sekitar tahun 600 SM mulai suatu reaksi, baik terhadap ritualisme imam-imam maupun terhadap spekulasi hubungan dengan korban para rahib. Para imam mengajarkan ketaatan pada kitab suci, tetapi para rahib mengajarkan suatu metafisika dimana ketaatan ini mengganggu kebaktian kepada dewa-dewa. Reaksi ini dating dalam berbagai bentuk. Tetapi, yang terpenting diantaranya adalah Buddhisme, ajaran dari Gautama Buddha, yang memberi pedoman praktis untuk mencapai keselamatan dan mengajarkan secara nyata bagaimana manusia dapat mengurangi pemderitaannya dan bagaimana ia mencapai terang budi yang membawa keselamatan.

Reaksi lain adalah kebaktian yang lebih eksklusif kepada Siwa dan Wisnu dan juga Jainisme dari Mahawira Jina. Keduanya merupakan bentuk agama yang menarik daripada ritualisme dan spekulasi dari imam dan para rahib. Sebagai kontra-reformasi, munculah hinduisme resmi enam sekolah ortodoks (disebut ortodoks karena Buddhisme dan Jainisme yang tidak berdasarkan Weda dianggap bidah).  Sekolah itu adalah Saddharsana (Nyaya, Waisesika, Samkhya, Yoga, Purwa-Mimamsa, dan Ynana). Adalah yang terpenting dari sekolah itu adalah Samkhya (artinya jumlah)dan Yoga (dari kata "juj", menghubungkan). Yoga mengajarkan suatu jalan (marga) untuk mencapai kesatuan dengan ilahi. Samkhya mengajarkan sebagai tema terpenting hubungan alam-jiwa, kesadaran-materi.

3.     Zaman Puranis (300 – 1200)

Setelah tahun 300, Buddhisme mulai lenyap dari India. Pemikiran India dalam abad pertengahan dikuasai oleh spekulasi teologis, terutama mengenai inkarnasi dewa-dewa. Contoh cerita tentang inkarnasi dewa-dewa terdapat dalam dua epos besar, Mahabharata dan Ramayana.

4.     Zaman Muslim (1200 – 1757)

Dua nama yang menonjol dalam periode muslim yaitu Kabir (pengarang syair) yang mencoba mengembangkan suatu agama universal, dan Guru Nanak (pendiri aliran Sikh) yang mencoba menyerasikan Islam dan hinduisme.

5.     Zaman Modern (setelah 1757)

Zaman modern adalah zaman pengaruh Inggris di India mulai tahun 1757. Periode ini memperlihatkan kembali nilai-nilai klasik India, bersama dengan pembaharuan sosial. Nama penting dalam periode ini adalah Raja Ram Mohan Roy (1772-1833) yang mengajarkan monoteisme berdasarkan Upanisad dan suatu moral berdasarkan Khotbah di Bukit dari Injil, Vivekananda (1863-1902) yang mengajarkan semua agama benar tetapi agama Hindu paling cocok di India, Gandi (1869-1948), dan Rabindranath Tagore (1861-1941) sang pengarang syair dan penmikir religius yang membuka pintu untuk ide-ide luar.

Sejumlah pemikir India zaman sekarang melihat banyak kemungkinan untuk dialog antara filsafat Timur dan filsafat Barat. Radhakrishnan (1888-1975) mengusulkan pembongkaran batas-batas ideologis untuk mencapai suatu sinkretisme hindu-kristiani, yang dapat berguna sebagai pola berpikir masa depan seluruh dunia. Pemikir-pemikir lain tidak begitu optimis dengan kemungkinan ini. Menurut mereka, perbedaan antara corak berpikir Timur dan Barat terlalu besar untuk mengadakan suatu interaksi, dalam arti "saling melengkapi". Filsafat India dapat belajar dari rasionalisme dan positivisme Barat. Filsafat Barat dapat belajar dari intuisi Timur mengenai kesatuan dalam kosmos dan mengenal identitas mikrokosmos. Mungkin, filsafat Barat terlalu duniawi sedangkan filsafat Timur terlalu mistik.

Dihimpun dari berbagai sumber


Silahkan berbagi Bagikan

Artikel dalam kategori Filsafat lainnya

Komentar Anda

Apa pengertian secara umum filsafat itu ?
oleh Saiful | 07 April 2012 - 00:48:28 WIB

Untuk lebih jelas silahkan melihat artikel Pintu Masuk ke Dunia Filsafat
oleh Dhika | 13 April 2012 - 19:25:30 WIB

Sejarah filsafat india ini mengapa tidak tertera tokoh2, konsep dan kontribusinya yang lbih
oleh Masliana Savitri | 26 November 2013 - 12:55:50 WIB

Terima kasih atas komentar dari saudari Masliana Savitri.
1. Perlu diketahui bahwa artikel ini termasuk rangkaian artikel-artikel Pintu Masuk ke Dunia Filsafat (bisa dilihat pada kelompok artikel Filsafat). Jadi memang tidak detail dalam pembahasannya termasuk banyak tokoh.
2. Untuk sumber informasi akan diberikan pada setiap artikel selanjutnya.
oleh Dhika | 29 November 2013 - 08:57:24 WIB

Baru gabung
oleh Alvienk | 22 April 2014 - 08:48:40 WIB

"Baca Syarat Penggunaan. Komentar akan diverifikasi sebelum ditampilkan. Admin berhak menghapus komentar yang tidak sesuai aturan."


Kirim Komentar : (Yang bertanda * harus diisi)
Nama * :
Email * :   - Alamat email tidak untuk dipublikasikan
Website :   - Tanpa http:// (contoh: www.mahardhika.net)
Komentar *
 
 * (Masukkan 6 kode diatas)
 Dengan menekan tombol Kirim, Anda telah setuju Syarat Penggunaan 

BerandaProfilSyarat PenggunaanKebijakan PrivasiHubungi KamiVersi Mobile
Hak Cipta © 2010-2014 Mahardhika.net - Baik dilihat dengan Firefox min. versi 3 pada resolusi 1280x1024 pixels
Powered by ANUGERAHMAHARDHIKA.COM
163